Sabtu, 26 Maret 2016

Noona, Sarang hae !



Noona, Sarang hae !
Oleh : Sri Rusmayanti 

Label : Cerita Pendek
Title : Noona, Sarang hae !
Genre : Love, Romantic
Sub : Korean in Indonesian
Figure : Kim John with Yoon Ah
Karya : Sri Rusmayanti
Date : 15 Februari 2015, 13 Maret 2016 and Finish 23 Maret 2016
Year : 2015-2016


      Di Meja makan , Yoon ah atau lebih akrab di sapa Yoon. Sedang sibuk membaca skenario, maklum saja ia adalah seorang aktris terkenal. Bakat aktingnya sudah tidak dapat diragukan lagi, dari film Action, Mellow drama, Love, Romantic, bahkan Horor sekalipun pernah dimainkannya. Hari ini ia akan syuting sampai malam, namun tampaknya sudah biasa baginya untuk pulang larut malam, bahkan orang tuanya pun sudah sangat mengerti akan keadaannya.
      Sepulang dari lokasi syuting, waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 pm. Yoon ah tetap berjalan dengan santai menuju mobilnya. dan ketika dia ingin masuk kedalam mobilnya tiba-tiba datang anak-anak remaja nakal yang mengganggunya.
" Noona ! Anda mau kemana ? ".(Formal) tanya salah seorang anak dengan nada mengejek.
" Noona ! Kau terlihat kelelahan, tapi kau tetap cantik !". Kata yang lainnya.
"Noona ! ..."
"Pergi ! Aku bukan Noona-mu ! kata Yoon ah sedikit kasar agar anak-anak itu takut padanya.
Namun tampaknya ucapannya bagi remaja tersebut hanyalah tampak seperti nasihat yang keluar dari mulut sang kakak terhadap adiknya. Anak-anak itu tetap mengganggunya dan terus memanggilnya Noona (Kakak Perempuan yang dipanggil oleh anak laki-laki dalam bahasa Korea).
"Tokiyo..(permisi) aku rasa kalian harus pergi dari sini, lebih baik kalian istirahat. sebelum ibu kalian mencari kalian ". Kata seorang remaja laki-laki yang berjalan dengan santai menghampiri mereka.
"Huh ! kau pikir kau siapa ?!". Kata salah seorang anak.
"Aku,, Dongsaengnya (Adik).." Kata laki-laki tersebut.
Tanpa menghiraukan kata-kata mereka, Yoon ah pergi meninggalkan tempat itu.
Beberapa menit kemudian,,,
"Noona ! kau kemana saja ! Aku mencarimu, kenapa kau pergi begitu saja ?"
"Kau, salah satu dari mereka kan ?" Tanya Yoon ah balik pada laki-laki itu.
"Anio, kau salah sangka padaku Noona, aku hanya berusaha menolongmu, Aku John, Kim John lebih tepatnya !" Kata laki-laki itu memperkenalkan diri dengan sopan.
"Ohh, begitukah ?" Tanya Yoon ah kurang yakin.
"Ne !" Jawab John.

Beberapa minggu telah berlalu,, Sejak mereka berkenalan satu sama lain, John dan Yoon ah tidak pernah bertemu lagi. John yang pada awalnya tidak suka menonton serial drama, kini jadi terlihat sangat antusias untuk menontonnya apalagi jika drama yang ia tonton itu dibintangi
oleh Yoon ah, maka ia rela untuk berdiam didepan televisi dalam waktu lama untuk menontonnya.
"Kenapa aku selalu memikirkannya ? kenapa aku ingin sekali bertemu dengannya lagi ?" Tanya John pada dirinya sendiri.

Di sisi lain,,
"Yoon ! Yoon ah ! Aku mencintaimu.. !"
"Ne ! Saranghamnida !"
"Cut ! Cut ! .. Nice Yoon ah ! itu sangat manis " Kata produser dengan senyuman penuh kebanggaan.
“Gamsahamnida” kata yoon ah tersenyum santai.
Kemudian,, Dalam perjalanan pulang dari lokasi syuting. Yoon ah berhenti di sebuah taman kota yang sering ia kunjungi ketika ia ingin menikmati waktu sendirinya.
Tiba-tiba ia melihat ada seorang remaja laki-laki yang menuju kearahnya sambil tersenyum. “noona ! itukah kau ?” aku sangat senang bisa bertemu kau lagi” katanya sambil tersenyum.
“Kau siapa ya ?” tanya Yoon Ah.
“noona, tidak mengenaliku? Ini aku John”
“sebentar,,, oh,,, iya,,,iya aku ingat. Kau yang waktu itu kan ?”
“iya,noona. Akting noona sangat bagus, aku menyukainya”
“kamu sering menontonku di tv ?”
“iya,noona.”
“yoon ! yoon ah ! cepat.. kita sudah harus syuting lagi!” panggil seorang perempuan setengah baya yang ternyata adalah manager yoon ah.
“Ne, eonni, aku pergi dulu ya dik, anyeong!”
“anyeong haseyo,noona” kata john sambil melambaikan kedua tangannya.
“siapa bocah itu, yoon ?” tanya manajer.
“entahlah, mungkin salah satu fansku” kata yoon ah cuek.
Mereka pun pergi meninggalkan john seorang diri disana.
===
Di lokasi syuting,
“kita break dulu ya, kita lanjutkan besok !” kata produser.
Yoon ah kemudian bersiap pulang menuju mobilnya.
“Noona, tunggu.” Kata seorang anak remaja yang tak lain adalah john.
“Kau sedang apa disini ?” tanya yoon ah.
“Menemuimu, noona.” Katanya sambil tersenyum.
“untuk apa kau menemuiku ?”
“emmhh,, maafkan aku noona. Mungkin kau tak suka aku menemuimu disini.” Kata john sedih.
“Anio, tak apa kau menemuiku. Ada apa sebenarnya ? katakan saja.”
“Noona, sebenarnya aku kesini hanya untuk melihatmu saja. Karena aku sudah lama tidak bertemu denganmu.”
“Kau mau berfoto denganku ?”
“huhh, ne.”
“sudah, sekarang kau sudah tenang kan dik ?”
“anio, uhh, maksudku, ne, noona.”
“anyeong haseyo” kata yoon ah sambil melambaikan tangan kepada john dan kemudian pergi meninggalkan john.
[sepertinya, dia hanya menganggapku fansnya] kata john dalam hati.
Beberapa bulan telah berlalu, namun john masih saja selalu datang ke lokasi syuting yoon ah. Dengan alasan yang sama. Yaitu, menemui yoon ah. Tentu saja hal ini membuat yoon ah semakin bingung.
“John, kamu tidak bosan selalu kesini ? bukankah kau sudah banyak mendapatkan foto bersamaku di handphonemu ?”
“Noona, aku tidak pernah bosan untuk kesini dan melihatmu. Aku kesini hanya ingin menghiburmu, kau terlihat lelah harus selalu syuting setiap hari.”
“Untuk apa kau melakukan hal ini ? ini sudah menjadi keseharianku. Syuting setiap hari adalah hal biasa bagiku.”
“Noona, sebenarnya aku kesini tidak mengharapkan apa-apa darimu, begitu pula dengan fotomu.”
“lalu, untuk apa kau datang kesini ?”
“Hanya untuk melihatmu noona.”
“haha, kau tak perlu seperti itu. Kau bisa melihatku di tv. Di handphonemu,,”
“Anii,, aku ingin melihatmu ada didepan mataku noona. Aku ingin melihatmu tersenyum padaku dan berbicara bersamaku disini. Aku selalu menyukai hal itu dan aku merindukan hal itu setiap hari hingga aku datang ketempat ini untuk mengulang setiap momen itu disini bersamamu, noona.”
“Waee ?”
“Noona, sarang hae. Sarang haeyo noona. Aku menyukaimu, noona. Aku rasa aku benar-benar menyukaimu. Maafkan atas kelancanganku ini, noona.”
“Mwo ? hehe Anio, anio. Tidak apa-apa john. Agashimnida [Aku mengerti].” Kata yoon ah sambil tersenyum.
“Sungguh tidak apa, noona ? apa mungkin noona juga menyukaiku ?”
“Ne, aku juga menyukaimu. Sarang haeyo John.” Kata yoon ah sambil tersenyum lagi.
“Gamsahamnida [terima kasih], noona.”
“Ne.”
===
“Chagia [Sayang],, aku membawakanmu makanan, kau terlihat kelelahan”
“Mwo [apa] ? kau menyebutku, chagia ?”
“Ne, bukankah itu hal yang wajar ?”
“Apa maksudmu, john ?” tanya yoon ah tidak mengerti.
“kau masih belum mengerti yoon ah ? bukankah kemarin kau bilang padaku kau juga mencintaiku ? aku rasa bukankah kau sekarang sudah menjadi yeojachinguku [Pacarku]?”
“Mwoo ? aku rasa kau salah faham john. Aku mengatakan itu kesetiap laki-laki bahkan kesemua orang. Bukankah kau juga salah satu dari mereka john ? mereka juga mengatakan hal yang sama padaku. Sama seperti apa yang kau katakan.”
“Jadi, noona tidak menyukaiku sama sekali. Maksud noona, noona hanya menyukaiku karena noona menganggapku penggemar noona, sama seperti yang lainnya ?”
“Bukankah, begitu john ?”
“Anio, noona. Itu tidak sama. Aku benar-benar menyukaimu bukan karena aku penggemarmu. Tapi karena aku jatuh cinta padamu. Apakah menurutmu aku terlihat hanyalah seperti fansmu ? apakah aku tidak terlihat seperti seorang laki-laki yang jatuh cinta pada wanita ? apakah aku terlihat seburuk itu ?”
“anio, John,, aku tidak bermaksud membuatmu merasa seperti itu,,”
“Ani, noona. Maafkan aku karena aku menyukaimu. Sepertinya aku tidak cukup pantas untukmu.” Kata john sedih dan pergi meninggalkan yoon ah di tempat itu.
===
Beberapa hari ini john sudah tidak datang lagi kelokasi syuting yoon ah. Dan sejak saat itu, yoon ah juga selalu teringat tentang apa yang dikatakan john padanya. Ingin rasanya ia kembali bertemu john dan menanyakan hal itu kembali. Tapi apakah mungkin ? bahkan untuk bertemu dengan john saja ia tidak bisa. Dimana ia bisa bertemu dengan john ? sementara johnlah selama ini yang selalu menemuinya ?
Setelah selesai syuting,, yoon ah pergi ke tempat favoritnya. Tempat yang selalu ia datangi ketika merasa kesepian dan ingin melupakan kelelahannya. Cukup lama ia berada disana. Sampai akhirnya ada seseorang yang menegurnya,,
“Sedang apa noona disini ?”
Yoon ah berbalik kearah orang itu. “John ! [ia tersenyum] aku kira aku tidak akan bertemu denganmu lagi. Aku senang bertemu denganmu disini john.”
“Benarkah ? noona mencariku selama ini ?”
“Ne, aku mencarimu john. Aku sadar, ternyata aku mencarimu dan ingin selalu melihatmu. Aku merindukanmu, John.”
“Benarkah ? kau merindukanku, noona ?”
“Ne,Gushimda” kata yoon ah tersenyum pada john.
John tersenyum dan memeluk yoon ah. “Noona, aku juga merindukanmu. Aku tak bisa melupakanmu. Sarang hae, noona.”
“Aku tidak mendengar apa yang kamu katakan john. Coba kau katakan sekali lagi.”
“Noona, sarang haeyo.”
“Katakan lagi..”
“Saranghamnida.”
“Lagi,,”
“Saranghaeyo.”
“Aku ingin mendengarnya lagi, john.”
“Saranghaeyo, noona.”
“Katakan lagi,,”
“Waee.. ?” tanya john dan melepaskan pelukannya dari yoon ah.
“Kau tak ingin mengatakannya lagi ?”
“Anio.” [tersenyum]. Kemudian ia menatap jauh ke hamparan pemandangan indah kota seoul.
“Noona, Sarang hae !!!” teriak john dengan lantang.
“Sekarang giliranmu, noona.”
“John, Saranghamnida !!!”
Kemudian keduanya tertawa bahagia dan berpelukan ditengah-tengah keramaian kota Seoul.


For You :
·        Jangan pernah menunda untuk menyatakan persaanmu pada seseorang yang kamu cintai.
·        Katakanlah cinta pada orang yang kamu cintai selagi masih ada kesempatan untuk bertemu dengannya sebelum ia pergi dan kamu tidak bisa bertemu lagi dengannya.
·        Cinta itu tidak memandang Usia. Tapi cinta itu memandang perasaan satu sama lain.


THE END
♥.Thank's for Reading My Story. ­­♥

Minggu, 08 Februari 2015

♥ ♥I’ll Be Waiting♥ ♥Oleh Sri Ry.



I’ll Be WaitingOleh Sri Ry.
Date : 25 january 2015
Label : Cerita Fiksi
Genre : Sad
Figure : Rianti and Maulana
Karya pribadi : srirusmayantikimkaiexoblogspot.com



          Pada suatu pagi yang cukup cerah Rianti sedang setengah berlari, tampaknya ia sedang terburu-buru. Memang hari ini hari pertama ia kuliah. Ia memang sengaja untuk tidak berangkat sepagi seperti saat dimasa SMAnya dulu. Dulu memang ia harus berangkat pagi sekali karena di sekolahnya bel masuk menunjukkan pukul 08.15. sedangkan siswa-siswanya diwajibkan untuk berangkat 07.30, memang sekolah yang cukup membuatnya merasa terbebani selama 3 tahun. Meski begitu, ia telah berhasil menyelesaikan sekolahnya dengan prestasi yang cukup memuaskan. Selama 3 tahun berturut-turut ia mampu meraih juara dikelasnya.

Brakk... !!
"Up ! Sorry2 aku ngga sengaja" ,, Kata seseorang didepannya. Ketika Rianti melihat ke arah sumber suara, tampak terlihat olehnya wajah seorang laki-laki yang pernah hadir dimasa lalunya.
"Emmh iya ! tidak apa-apa" Katanya pelan seketika ia menyadari kalau laki-laki yang berada didepannya itu adalah Maulana, teman SMAnya dulu.
"Lho, bukannya kamu Rianti ?" Tanya laki-laki itu.
"Kamu masih mengenaliku ?" Tanya Rianti balik.
"Tentu, bagaimana mungkin aku tidak mengenalimu," Jawab Maulana.
"Maaf, Maulana. Aku harus pergi sekarang. Senang karena kamu masih mengenaliku. Kata Rianti pelan sambil mulai berlari pergi menjauh dari Maulana.
"Tap..pii tunggu Rianti. dompetmu jatuh ! Teriak Maulana pada Rianti. Namun tampaknya Rianti tak mendengarnya, karena ia sudah berada di seberang jalan dan kemudian masuk ke bus yang tepat melintas di jalan itu.
Di dalam Bus, Rianti terdiam dan hatinya mulai sakit kembali.. air matanya mulai menetes dipipinya ketika ia kembali mengingat kejadian di masa lalunya bersama Maulana.
" Kenapa harus dipertemukan kembali ?” begitulah yang dikatakan hati Rianti.
 Sesampainya di Kampus.
Rianti masuk ke ruangan A1. Beruntungnya dosen di ruangan itu belum memulai materinya. Kemudian dengan sopan Rianti masuk dan duduk di salah satu dari dua bangku kosong yang tersisa di ruangan itu. Beberapa menit kemudian, tampak seorang laki-laki sedang terburu-buru masuk ke ruangan itu.
"Maaf, Pak ! Saya terlambat !" kata laki-laki itu dengan wajah penuh penyesalan.
Rianti yang saat itu sedang sibuk membaca buku di bangkunya juga melihat ke arah laki-laki itu. Dan setelah melihatnya, Ia menjadi sedikit terkejut. Dan tanpa diragukan lagi tentu saja ia akan sebangku dengan laki-laki itu yang tak lain adalah Maulana.
"Aku tidak menyangka kau akan duduk disebelahku, mungkin ini karena kau tak punya pilihan lain lagi kan" Kata Rianti ketika Maulana duduk disampingnya.
"Aku rasa tidak seperti itu".
"Benarkah"
"Hey Meja 02. jangan berisik !! Teriak Pak Arif, dosen tergalak di Universitas High Ferfomance itu.
"Baik, Pak !" Kata Maulana.
"Ini, dompetmu tadi terjatuh" Kata Maulana sambil menyerahkan dompet warna pink pada Rianti.
"Terima kasih" Kata Rianti.
"Kamu mau pulang bareng denganku ? " Tanya Rianti.
"Tidak, terima kasih aku buru-buru. " Kata Maulana sambil beranjak pergi meninggalkan Rianti.
          Melihat itu, Rianti menghela nafas sambil tersenyum dan berkata " Ternyata kau masih seperti dulu". Ia mengerti kalau Maulana memang selalu menolaknya. Dan mungkin ia sudah terbiasa dengan sikap dingin Maulana.

Sesampainya dirumah. Rianti beristirahat dikamarnya. Dan terlintas di pikirannya seorang laki-laki. ya.. ! Laki-laki itu adalah Maulana. Hatinya mulai berkata : "Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi ? Kenapa harus satu Universitas dengannya ? dan Kenapa dia masih seperti dulu ? Kenapa dia tidak sedikitpun mengingatnya ?". Ingatannya mulai mengembang.. peristiwa 2 tahun yang lalu.
____-----____
2 Tahun yang lalu..
"Maulana, aku ingin mengatakan sesuatu padamu, dan tampaknya ini terdengar bodoh !
tapi aku harus mengatakannya." Kata Rianti sambil melihat kearah Maulana.
"Apa yang kamu ingin katakan ?" Kata laki-laki itu dingin.
"Aku menyukaimu, Maulana." Kata Rianti sambil menundukkan wajahnya, karena tak sanggup lagi menatap wajah laki-laki itu.
Keduanya terdiam..
Kemudian akhirnya Maulana bicara,
"Apa kamu serius ? "
"Iya,"
"Apa kamu ingin mendengar jawabanku ? "
"Iya,"
"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan aku akan menjawabnya."
"Rianti, Aku tidak menyukaimu, walaupun banyak laki-laki yang tergila-gila padamu, tapi tidak denganku. Aku tidak mengerti dengan apa yang mereka lihat darimu, bagiku kau tak menarik sama-sekali. " Kata Maulana dengan kasar. Memang benar adanya. Rianti adalah seorang gadis yang banyak dikejar-kejar oleh laki-laki di sekolahnya. Namun Rianti tak menghiraukannya sama sekali, baginya hanya Maulana lah yang ia cintai.
"Maksudmu kau sama-sekali tidak pernah menyukaiku, walaupun aku sangat menyukaimu ? " Tanya Rianti getir. hatinya mulai terasa sakit.
"Iya, Benar ! aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang kamu katakan. Aku sama sekali tidak menyukaimu. jadi tolong menjauhlah dariku" Kata Maulana.
"Baiklah, aku mengerti. Tapi hanya saja, kenapa aku merasa kamu seperti sedang berbohong" Kata Rianti sambil meneteskan air mata.
Maulana membalikkan tubuhnya membelakangi Rianti.
"Aku ingin tau kenapa kau tak menyukaiku . Apa alasanmu ?"
Maulana tak menghiraukannya.
"Baiklah . Apapun yang kau katakan padaku, seberapa kasar pun itu aku tidak peduli ! Dan sekarang kau tak menghiraukanku sekalipun  aku tak apa . Maulana, Aku hanya ingin kau tau, Aku menyukaimu, aku tidak peduli kau tidak menginginkanku. Aku memang bodoh ! Kenapa aku harus jatuh cinta pada laki-laki sepertimu. Aku masih tidak percaya kau tidak menyukaiku. Jadi, aku akan tetap menunggu jawabanmu yang sesungguhnya. Aku akan menunggunya" Kata Rianti sambil menangis.
Maulana yang saat itu tidak menghiraukannya pun mulai berlalu dan pergi meninggalkan gadis itu. Dan.. terucap kata "Jangan menungguku... Rianti". Katanya sangat pelan.

Dan... sampai sekarang kejadian menyedihkan itu selalu ada dalam ingatan Rianti. Mungkin tidak akan pernah bisa hilang dari ingatannya. Dan kemudian dipertemukannya mereka kembali, sepertinya hanya akan membuat Rianti semakin tidak bisa melupakan kejadian itu.
----...-----
Beberapa minggu telah berlalu. Namun tampaknya Maulana masih bersikap dingin padanya seperti dulu dan hal itu membuat Rianti kembali penasaran terhadap isi hati Maulana. Ia selalu berpikir akankah ia akan kembali mengungkapkan perasaannya dengan bodoh seperti pada saat mereka masih duduk dibangku SMA.
Keesokan harinya...
Rianti berjalan menghampiri Maulana yang berada di lapangan futsal yang ada
di Universitas mereka. Rianti sudah lelah dengan semua ini, ia tidak tahan kalau harus tetap diam menunggu Maulana mengatakan perasaannya. Dan hari ini, mungkin sejarah 3 tahun yang lalu akan terulang kembali, apapun konsekuensinya, Rianti telah mempersiapkan hatinya, jika harus kembali terluka ia akan menerimanya, dan mungkin rasanya juga tidak akan sesakit yang pertama kalinya, seperti itulah yang ada dipikiran Rianti.
"Apa yang kamu lakukan ? Apa aku mengganggumu ? " Tanya Rianti sambil duduk disamping Maulana yang sedang duduk beristirahat sehabis main futsal.
"Aku rasa tidak. "Jawabnya dingin.
"Maulana, aku ingin tau sebenarnya apa yang ada dipikiranmu saat ini ? Kenapa kau tak ingat sama sekali dengan kejadian 3 tahun yang lalu ? Apakah sebegitu tidak suka kah kau denganku sehingga kau tak bisa mengingatnya ?" Tanya Rianti berturut-turut pada Maulana yang hanya terdiam melihat Rianti bicara.
"Ada apa memangnya dengan 3 tahun yang lalu ?" Tanya Maulana seakan ia tak mengetahui apa pun.
"Kamu memang keterlaluan ! kamu memang tidak punya perasaan ! harusnya aku tidak pernah menyukaimu sejak 3 tahun yang lalu !" Kata Rianti dengan keras dan tanpa diinginkannya air matanya mulai berjatuhan.
"Jangan menangis, kau terlihat jelek ketika menangis " Kata Maulana pelan sambil menyapu air mata yang mengalir dipipi Rianti. Entah kenapa laki-laki itu sepertinya telah berubah auranya yang semula dingin, kini menjadi sedikit hangat.
"Apa yang kamu lakukan sekarang ? Jangan membuatku terlihat bodoh !" Kata Rianti mencoba menjauh dari Maulana, namun sepertinya Maulana tak ingin Rianti meninggalkannya.
"Tunggu, Jangan pergi, ! Aku mengetahuinya, Aku mengingatnya, Semuanya, bahkan jika kita tidak bertemu di Universitas ini pun aku tetap tidak akan melupakan kejadian itu."Kata Maulana mulai berterus terang.
"Apa maksudmu ?" Tanya Rianti tidak mengerti.
"Aku Menyukaimu... Rianti. Tolong jangan pergi lagi. seperti saat itu, pada waktu itu aku sangat menyesal telah membohongi perasaanku padamu dan menyakiti perasaanmu. Aku saat itu takut akan menyakitimu. Tapi ternyata aku justru semakin membuatmu menderita. Maafkan aku Rianti, Maafkan aku.." Kata Maulana mulai menangis penuh dengan penyesalan.
"A..paa yang kamu katakan barusan benar ? apa kamu mencintaiku ?" Tanya Rianti tidak percaya.
"Sungguh, Aku telah mengatakan yang sebenarnya. Aku sangat mencintaimu. Aku ingin memilikimu. Aku ingin bersamamu. Aku tidak ingin lagi menutupi semuanya. Aku tidak ingin lagi kau terluka karenaku. dan Jangan pernah menjauhiku." Kata Maulana dengan
keseriusannya.
Mendengar kata-kata Maulana. Rianti tersenyum bahagia, dan langsung memeluk laki-laki yang sangat dicintainya itu.
"Aku sangat bahagia, Maulana. akhirnya aku tidak harus menunggumu lagi" Kata Rianti sambil menangis bahagia.
"Sudah kubilang jangan pernah menungguku, kau tak perlu membuat dirimu bodoh seperti ini hanya karenaku." Kata Maulana sambil mengejek perempuan yang sangat dicintainya itu.
"Emmhh,, aku tidak bodoh !" Kata Rianti sambil mencubit pipi Maulana.
"Aduh apa-apa an kamu ?" balas Maulana mencubit pipi Rianti.
"Mulai sekarang aku tidak akan melepaskanmu lagi Rianti, aku akan terus bersamamu." Kata Maulana sambil memegang tangan Rianti.
"Terima Kasih, Aku juga tidak ingin berpisah denganmu, Aku sangat mencintaimu."Kata Rianti sambil tersenyum bahagia.

Mereka pun akhirnya bersatu, setelah penantian yang cukup lama.
_ Memang cinta tidak akan selamanya bisa ditutupi, akan datang saat dimana keadaan harus memaksa kita untuk mengatakannya.
_ Kadang sulit untuk mengungkapkan perasaan kepada orang yang kita cintai, sehingga terkadang kita harus membiarkannya pergi meninggalkan kita sebelum kita mengatakan "Aku sangat Mencintaimu".
_Jadi jangan biarkan orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita hanya karena kita tak mampu mengungkapkan perasaan kita.

                                      THE END
♥.Thank's for Reading My Story. ­­♥