♥ ♥I’ll Be Waiting♥ ♥Oleh
Sri Ry.
Date : 25
january 2015
Label :
Cerita Fiksi
Genre : Sad
Figure :
Rianti and Maulana
Karya
pribadi : srirusmayantikimkaiexoblogspot.com
Pada suatu pagi yang cukup
cerah Rianti sedang setengah berlari, tampaknya ia sedang terburu-buru. Memang
hari ini hari pertama ia kuliah. Ia memang sengaja untuk tidak berangkat sepagi
seperti saat dimasa SMAnya dulu. Dulu memang ia harus berangkat pagi sekali
karena di sekolahnya bel masuk menunjukkan pukul 08.15. sedangkan siswa-siswanya
diwajibkan untuk berangkat 07.30, memang sekolah yang cukup membuatnya merasa
terbebani selama 3 tahun. Meski begitu, ia telah berhasil menyelesaikan
sekolahnya dengan prestasi yang cukup memuaskan. Selama 3 tahun berturut-turut
ia mampu meraih juara dikelasnya.
Brakk... !!
"Up ! Sorry2 aku ngga sengaja" ,, Kata seseorang
didepannya. Ketika Rianti melihat ke arah sumber suara, tampak terlihat olehnya
wajah seorang laki-laki yang pernah hadir dimasa lalunya.
"Emmh
iya ! tidak apa-apa" Katanya pelan seketika ia menyadari kalau laki-laki
yang berada didepannya itu adalah Maulana, teman SMAnya dulu.
"Lho,
bukannya kamu Rianti ?" Tanya laki-laki itu.
"Kamu
masih mengenaliku ?" Tanya Rianti balik.
"Tentu,
bagaimana mungkin aku tidak mengenalimu," Jawab Maulana.
"Maaf,
Maulana. Aku harus pergi sekarang. Senang karena kamu masih mengenaliku. Kata
Rianti pelan sambil mulai berlari pergi menjauh dari Maulana.
"Tap..pii
tunggu Rianti. dompetmu jatuh ! Teriak Maulana pada Rianti. Namun tampaknya
Rianti tak mendengarnya, karena ia sudah berada di seberang jalan dan kemudian
masuk ke bus yang tepat melintas di jalan itu.
Di dalam
Bus, Rianti terdiam dan hatinya mulai sakit kembali.. air matanya mulai menetes
dipipinya ketika ia kembali mengingat kejadian di masa lalunya bersama Maulana.
"
Kenapa harus dipertemukan kembali ?” begitulah yang dikatakan hati Rianti.
Sesampainya di Kampus.
Rianti masuk ke ruangan A1.
Beruntungnya dosen di ruangan itu belum memulai materinya. Kemudian dengan
sopan Rianti masuk dan duduk di salah satu dari dua bangku kosong yang tersisa di
ruangan itu. Beberapa menit kemudian, tampak seorang laki-laki sedang
terburu-buru masuk ke ruangan itu.
"Maaf,
Pak ! Saya terlambat !" kata laki-laki itu dengan wajah penuh penyesalan.
Rianti yang
saat itu sedang sibuk membaca buku di bangkunya juga melihat ke arah laki-laki
itu. Dan setelah melihatnya, Ia menjadi sedikit terkejut. Dan tanpa diragukan
lagi tentu saja ia akan sebangku dengan laki-laki itu yang tak lain adalah
Maulana.
"Aku
tidak menyangka kau akan duduk disebelahku, mungkin ini karena kau tak punya
pilihan lain lagi kan" Kata Rianti ketika Maulana duduk disampingnya.
"Aku
rasa tidak seperti itu".
"Benarkah"
"Hey
Meja 02. jangan berisik !! Teriak Pak Arif, dosen tergalak di Universitas High
Ferfomance itu.
"Baik,
Pak !" Kata Maulana.
"Ini,
dompetmu tadi terjatuh" Kata Maulana sambil menyerahkan dompet warna pink
pada Rianti.
"Terima
kasih" Kata Rianti.
"Kamu
mau pulang bareng denganku ? " Tanya Rianti.
"Tidak,
terima kasih aku buru-buru. " Kata Maulana sambil beranjak pergi
meninggalkan Rianti.
Melihat itu, Rianti menghela nafas
sambil tersenyum dan berkata " Ternyata kau masih seperti dulu". Ia
mengerti kalau Maulana memang selalu menolaknya. Dan mungkin ia sudah terbiasa
dengan sikap dingin Maulana.
Sesampainya dirumah. Rianti beristirahat dikamarnya. Dan
terlintas di pikirannya seorang laki-laki. ya.. ! Laki-laki itu adalah Maulana.
Hatinya mulai berkata : "Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi ? Kenapa
harus satu Universitas dengannya ? dan Kenapa dia masih seperti dulu ? Kenapa
dia tidak sedikitpun mengingatnya ?". Ingatannya mulai mengembang..
peristiwa 2 tahun yang lalu.
____-----____
2 Tahun yang
lalu..
"Maulana,
aku ingin mengatakan sesuatu padamu, dan tampaknya ini terdengar bodoh !
tapi aku
harus mengatakannya." Kata Rianti sambil melihat kearah Maulana.
"Apa
yang kamu ingin katakan ?" Kata laki-laki itu dingin.
"Aku
menyukaimu, Maulana." Kata Rianti sambil menundukkan wajahnya, karena tak
sanggup lagi menatap wajah laki-laki itu.
Keduanya
terdiam..
Kemudian
akhirnya Maulana bicara,
"Apa kamu
serius ? "
"Iya,"
"Apa
kamu ingin mendengar jawabanku ? "
"Iya,"
"Baiklah,
jika itu yang kamu inginkan aku akan menjawabnya."
"Rianti,
Aku tidak menyukaimu, walaupun banyak laki-laki yang tergila-gila padamu, tapi
tidak denganku. Aku tidak mengerti dengan apa yang mereka lihat darimu, bagiku
kau tak menarik sama-sekali. " Kata Maulana dengan kasar. Memang benar
adanya. Rianti adalah seorang gadis yang banyak dikejar-kejar oleh laki-laki di
sekolahnya. Namun Rianti tak menghiraukannya sama sekali, baginya hanya Maulana
lah yang ia cintai.
"Maksudmu
kau sama-sekali tidak pernah menyukaiku, walaupun aku sangat menyukaimu ?
" Tanya Rianti getir. hatinya mulai terasa sakit.
"Iya,
Benar ! aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang kamu katakan. Aku sama
sekali tidak menyukaimu. jadi tolong menjauhlah dariku" Kata Maulana.
"Baiklah,
aku mengerti. Tapi hanya saja, kenapa aku merasa kamu seperti sedang
berbohong" Kata Rianti sambil meneteskan air mata.
Maulana
membalikkan tubuhnya membelakangi Rianti.
"Aku
ingin tau kenapa kau tak menyukaiku . Apa alasanmu ?"
Maulana tak
menghiraukannya.
"Baiklah
. Apapun yang kau katakan padaku, seberapa kasar pun itu aku tidak peduli ! Dan
sekarang kau tak menghiraukanku sekalipun
aku tak apa . Maulana, Aku hanya ingin kau tau, Aku menyukaimu, aku
tidak peduli kau tidak menginginkanku. Aku memang bodoh ! Kenapa aku harus
jatuh cinta pada laki-laki sepertimu. Aku masih tidak percaya kau tidak menyukaiku.
Jadi, aku akan tetap menunggu jawabanmu yang sesungguhnya. Aku akan
menunggunya" Kata Rianti sambil menangis.
Maulana yang
saat itu tidak menghiraukannya pun mulai berlalu dan pergi meninggalkan gadis
itu. Dan.. terucap kata "Jangan menungguku... Rianti". Katanya sangat
pelan.
Dan...
sampai sekarang kejadian menyedihkan itu selalu ada dalam ingatan Rianti. Mungkin
tidak akan pernah bisa hilang dari ingatannya. Dan kemudian dipertemukannya
mereka kembali, sepertinya hanya akan membuat Rianti semakin tidak bisa melupakan
kejadian itu.
----...-----
Beberapa minggu telah berlalu. Namun tampaknya Maulana masih
bersikap dingin padanya seperti dulu dan hal itu membuat Rianti kembali
penasaran terhadap isi hati Maulana. Ia selalu berpikir akankah ia akan kembali
mengungkapkan perasaannya dengan bodoh seperti pada saat mereka masih duduk
dibangku SMA.
Keesokan
harinya...
Rianti berjalan
menghampiri Maulana yang berada di lapangan futsal yang ada
di
Universitas mereka. Rianti sudah lelah dengan semua ini, ia tidak tahan kalau
harus tetap diam menunggu Maulana mengatakan perasaannya. Dan hari ini, mungkin
sejarah 3 tahun yang lalu akan terulang kembali, apapun konsekuensinya, Rianti
telah mempersiapkan hatinya, jika harus kembali terluka ia akan menerimanya,
dan mungkin rasanya juga tidak akan sesakit yang pertama kalinya, seperti
itulah yang ada dipikiran Rianti.
"Apa
yang kamu lakukan ? Apa aku mengganggumu ? " Tanya Rianti sambil duduk
disamping Maulana yang sedang duduk beristirahat sehabis main futsal.
"Aku
rasa tidak. "Jawabnya dingin.
"Maulana,
aku ingin tau sebenarnya apa yang ada dipikiranmu saat ini ? Kenapa kau tak
ingat sama sekali dengan kejadian 3 tahun yang lalu ? Apakah sebegitu tidak
suka kah kau denganku sehingga kau tak bisa mengingatnya ?" Tanya Rianti
berturut-turut pada Maulana yang hanya terdiam melihat Rianti bicara.
"Ada
apa memangnya dengan 3 tahun yang lalu ?" Tanya Maulana seakan ia tak
mengetahui apa pun.
"Kamu
memang keterlaluan ! kamu memang tidak punya perasaan ! harusnya aku tidak
pernah menyukaimu sejak 3 tahun yang lalu !" Kata Rianti dengan keras dan
tanpa diinginkannya air matanya mulai berjatuhan.
"Jangan
menangis, kau terlihat jelek ketika menangis " Kata Maulana pelan sambil
menyapu air mata yang mengalir dipipi Rianti. Entah kenapa laki-laki itu
sepertinya telah berubah auranya yang semula dingin, kini menjadi sedikit
hangat.
"Apa
yang kamu lakukan sekarang ? Jangan membuatku terlihat bodoh !" Kata
Rianti mencoba menjauh dari Maulana, namun sepertinya Maulana tak ingin Rianti
meninggalkannya.
"Tunggu,
Jangan pergi, ! Aku mengetahuinya, Aku mengingatnya, Semuanya, bahkan jika kita
tidak bertemu di Universitas ini pun aku tetap tidak akan melupakan kejadian
itu."Kata Maulana mulai berterus terang.
"Apa
maksudmu ?" Tanya Rianti tidak mengerti.
"Aku
Menyukaimu... Rianti. Tolong jangan pergi lagi. seperti saat itu, pada waktu
itu aku sangat menyesal telah membohongi perasaanku padamu dan menyakiti
perasaanmu. Aku saat itu takut akan menyakitimu. Tapi ternyata aku justru
semakin membuatmu menderita. Maafkan aku Rianti, Maafkan aku.." Kata
Maulana mulai menangis penuh dengan penyesalan.
"A..paa
yang kamu katakan barusan benar ? apa kamu mencintaiku ?" Tanya Rianti
tidak percaya.
"Sungguh, Aku telah mengatakan
yang sebenarnya. Aku sangat mencintaimu. Aku ingin memilikimu. Aku ingin
bersamamu. Aku tidak ingin lagi menutupi semuanya. Aku tidak ingin lagi kau
terluka karenaku. dan Jangan pernah menjauhiku." Kata Maulana dengan
keseriusannya.
Mendengar
kata-kata Maulana. Rianti tersenyum bahagia, dan langsung memeluk laki-laki
yang sangat dicintainya itu.
"Aku
sangat bahagia, Maulana. akhirnya aku tidak harus menunggumu lagi" Kata
Rianti sambil menangis bahagia.
"Sudah
kubilang jangan pernah menungguku, kau tak perlu membuat dirimu bodoh seperti
ini hanya karenaku." Kata Maulana sambil mengejek perempuan yang sangat
dicintainya itu.
"Emmhh,,
aku tidak bodoh !" Kata Rianti sambil mencubit pipi Maulana.
"Aduh
apa-apa an kamu ?" balas Maulana mencubit pipi Rianti.
"Mulai
sekarang aku tidak akan melepaskanmu lagi Rianti, aku akan terus
bersamamu." Kata Maulana sambil memegang tangan Rianti.
"Terima
Kasih, Aku juga tidak ingin berpisah denganmu, Aku sangat
mencintaimu."Kata Rianti sambil tersenyum bahagia.
Mereka pun akhirnya
bersatu, setelah penantian yang cukup lama.
♥_♥ Memang cinta tidak akan selamanya bisa
ditutupi, akan datang saat dimana keadaan harus memaksa kita untuk
mengatakannya.
♥_♥ Kadang sulit untuk mengungkapkan perasaan
kepada orang yang kita cintai, sehingga terkadang kita harus membiarkannya
pergi meninggalkan kita sebelum kita mengatakan "Aku sangat
Mencintaimu".
♥_♥Jadi jangan biarkan orang yang kita cintai pergi
meninggalkan kita hanya karena kita tak mampu mengungkapkan perasaan kita.
THE END
♥.Thank's for Reading My Story. ♥



0 komentar:
Posting Komentar