Minggu, 08 Februari 2015

♥ ♥I’ll Be Waiting♥ ♥Oleh Sri Ry.



I’ll Be WaitingOleh Sri Ry.
Date : 25 january 2015
Label : Cerita Fiksi
Genre : Sad
Figure : Rianti and Maulana
Karya pribadi : srirusmayantikimkaiexoblogspot.com



          Pada suatu pagi yang cukup cerah Rianti sedang setengah berlari, tampaknya ia sedang terburu-buru. Memang hari ini hari pertama ia kuliah. Ia memang sengaja untuk tidak berangkat sepagi seperti saat dimasa SMAnya dulu. Dulu memang ia harus berangkat pagi sekali karena di sekolahnya bel masuk menunjukkan pukul 08.15. sedangkan siswa-siswanya diwajibkan untuk berangkat 07.30, memang sekolah yang cukup membuatnya merasa terbebani selama 3 tahun. Meski begitu, ia telah berhasil menyelesaikan sekolahnya dengan prestasi yang cukup memuaskan. Selama 3 tahun berturut-turut ia mampu meraih juara dikelasnya.

Brakk... !!
"Up ! Sorry2 aku ngga sengaja" ,, Kata seseorang didepannya. Ketika Rianti melihat ke arah sumber suara, tampak terlihat olehnya wajah seorang laki-laki yang pernah hadir dimasa lalunya.
"Emmh iya ! tidak apa-apa" Katanya pelan seketika ia menyadari kalau laki-laki yang berada didepannya itu adalah Maulana, teman SMAnya dulu.
"Lho, bukannya kamu Rianti ?" Tanya laki-laki itu.
"Kamu masih mengenaliku ?" Tanya Rianti balik.
"Tentu, bagaimana mungkin aku tidak mengenalimu," Jawab Maulana.
"Maaf, Maulana. Aku harus pergi sekarang. Senang karena kamu masih mengenaliku. Kata Rianti pelan sambil mulai berlari pergi menjauh dari Maulana.
"Tap..pii tunggu Rianti. dompetmu jatuh ! Teriak Maulana pada Rianti. Namun tampaknya Rianti tak mendengarnya, karena ia sudah berada di seberang jalan dan kemudian masuk ke bus yang tepat melintas di jalan itu.
Di dalam Bus, Rianti terdiam dan hatinya mulai sakit kembali.. air matanya mulai menetes dipipinya ketika ia kembali mengingat kejadian di masa lalunya bersama Maulana.
" Kenapa harus dipertemukan kembali ?” begitulah yang dikatakan hati Rianti.
 Sesampainya di Kampus.
Rianti masuk ke ruangan A1. Beruntungnya dosen di ruangan itu belum memulai materinya. Kemudian dengan sopan Rianti masuk dan duduk di salah satu dari dua bangku kosong yang tersisa di ruangan itu. Beberapa menit kemudian, tampak seorang laki-laki sedang terburu-buru masuk ke ruangan itu.
"Maaf, Pak ! Saya terlambat !" kata laki-laki itu dengan wajah penuh penyesalan.
Rianti yang saat itu sedang sibuk membaca buku di bangkunya juga melihat ke arah laki-laki itu. Dan setelah melihatnya, Ia menjadi sedikit terkejut. Dan tanpa diragukan lagi tentu saja ia akan sebangku dengan laki-laki itu yang tak lain adalah Maulana.
"Aku tidak menyangka kau akan duduk disebelahku, mungkin ini karena kau tak punya pilihan lain lagi kan" Kata Rianti ketika Maulana duduk disampingnya.
"Aku rasa tidak seperti itu".
"Benarkah"
"Hey Meja 02. jangan berisik !! Teriak Pak Arif, dosen tergalak di Universitas High Ferfomance itu.
"Baik, Pak !" Kata Maulana.
"Ini, dompetmu tadi terjatuh" Kata Maulana sambil menyerahkan dompet warna pink pada Rianti.
"Terima kasih" Kata Rianti.
"Kamu mau pulang bareng denganku ? " Tanya Rianti.
"Tidak, terima kasih aku buru-buru. " Kata Maulana sambil beranjak pergi meninggalkan Rianti.
          Melihat itu, Rianti menghela nafas sambil tersenyum dan berkata " Ternyata kau masih seperti dulu". Ia mengerti kalau Maulana memang selalu menolaknya. Dan mungkin ia sudah terbiasa dengan sikap dingin Maulana.

Sesampainya dirumah. Rianti beristirahat dikamarnya. Dan terlintas di pikirannya seorang laki-laki. ya.. ! Laki-laki itu adalah Maulana. Hatinya mulai berkata : "Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi ? Kenapa harus satu Universitas dengannya ? dan Kenapa dia masih seperti dulu ? Kenapa dia tidak sedikitpun mengingatnya ?". Ingatannya mulai mengembang.. peristiwa 2 tahun yang lalu.
____-----____
2 Tahun yang lalu..
"Maulana, aku ingin mengatakan sesuatu padamu, dan tampaknya ini terdengar bodoh !
tapi aku harus mengatakannya." Kata Rianti sambil melihat kearah Maulana.
"Apa yang kamu ingin katakan ?" Kata laki-laki itu dingin.
"Aku menyukaimu, Maulana." Kata Rianti sambil menundukkan wajahnya, karena tak sanggup lagi menatap wajah laki-laki itu.
Keduanya terdiam..
Kemudian akhirnya Maulana bicara,
"Apa kamu serius ? "
"Iya,"
"Apa kamu ingin mendengar jawabanku ? "
"Iya,"
"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan aku akan menjawabnya."
"Rianti, Aku tidak menyukaimu, walaupun banyak laki-laki yang tergila-gila padamu, tapi tidak denganku. Aku tidak mengerti dengan apa yang mereka lihat darimu, bagiku kau tak menarik sama-sekali. " Kata Maulana dengan kasar. Memang benar adanya. Rianti adalah seorang gadis yang banyak dikejar-kejar oleh laki-laki di sekolahnya. Namun Rianti tak menghiraukannya sama sekali, baginya hanya Maulana lah yang ia cintai.
"Maksudmu kau sama-sekali tidak pernah menyukaiku, walaupun aku sangat menyukaimu ? " Tanya Rianti getir. hatinya mulai terasa sakit.
"Iya, Benar ! aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang kamu katakan. Aku sama sekali tidak menyukaimu. jadi tolong menjauhlah dariku" Kata Maulana.
"Baiklah, aku mengerti. Tapi hanya saja, kenapa aku merasa kamu seperti sedang berbohong" Kata Rianti sambil meneteskan air mata.
Maulana membalikkan tubuhnya membelakangi Rianti.
"Aku ingin tau kenapa kau tak menyukaiku . Apa alasanmu ?"
Maulana tak menghiraukannya.
"Baiklah . Apapun yang kau katakan padaku, seberapa kasar pun itu aku tidak peduli ! Dan sekarang kau tak menghiraukanku sekalipun  aku tak apa . Maulana, Aku hanya ingin kau tau, Aku menyukaimu, aku tidak peduli kau tidak menginginkanku. Aku memang bodoh ! Kenapa aku harus jatuh cinta pada laki-laki sepertimu. Aku masih tidak percaya kau tidak menyukaiku. Jadi, aku akan tetap menunggu jawabanmu yang sesungguhnya. Aku akan menunggunya" Kata Rianti sambil menangis.
Maulana yang saat itu tidak menghiraukannya pun mulai berlalu dan pergi meninggalkan gadis itu. Dan.. terucap kata "Jangan menungguku... Rianti". Katanya sangat pelan.

Dan... sampai sekarang kejadian menyedihkan itu selalu ada dalam ingatan Rianti. Mungkin tidak akan pernah bisa hilang dari ingatannya. Dan kemudian dipertemukannya mereka kembali, sepertinya hanya akan membuat Rianti semakin tidak bisa melupakan kejadian itu.
----...-----
Beberapa minggu telah berlalu. Namun tampaknya Maulana masih bersikap dingin padanya seperti dulu dan hal itu membuat Rianti kembali penasaran terhadap isi hati Maulana. Ia selalu berpikir akankah ia akan kembali mengungkapkan perasaannya dengan bodoh seperti pada saat mereka masih duduk dibangku SMA.
Keesokan harinya...
Rianti berjalan menghampiri Maulana yang berada di lapangan futsal yang ada
di Universitas mereka. Rianti sudah lelah dengan semua ini, ia tidak tahan kalau harus tetap diam menunggu Maulana mengatakan perasaannya. Dan hari ini, mungkin sejarah 3 tahun yang lalu akan terulang kembali, apapun konsekuensinya, Rianti telah mempersiapkan hatinya, jika harus kembali terluka ia akan menerimanya, dan mungkin rasanya juga tidak akan sesakit yang pertama kalinya, seperti itulah yang ada dipikiran Rianti.
"Apa yang kamu lakukan ? Apa aku mengganggumu ? " Tanya Rianti sambil duduk disamping Maulana yang sedang duduk beristirahat sehabis main futsal.
"Aku rasa tidak. "Jawabnya dingin.
"Maulana, aku ingin tau sebenarnya apa yang ada dipikiranmu saat ini ? Kenapa kau tak ingat sama sekali dengan kejadian 3 tahun yang lalu ? Apakah sebegitu tidak suka kah kau denganku sehingga kau tak bisa mengingatnya ?" Tanya Rianti berturut-turut pada Maulana yang hanya terdiam melihat Rianti bicara.
"Ada apa memangnya dengan 3 tahun yang lalu ?" Tanya Maulana seakan ia tak mengetahui apa pun.
"Kamu memang keterlaluan ! kamu memang tidak punya perasaan ! harusnya aku tidak pernah menyukaimu sejak 3 tahun yang lalu !" Kata Rianti dengan keras dan tanpa diinginkannya air matanya mulai berjatuhan.
"Jangan menangis, kau terlihat jelek ketika menangis " Kata Maulana pelan sambil menyapu air mata yang mengalir dipipi Rianti. Entah kenapa laki-laki itu sepertinya telah berubah auranya yang semula dingin, kini menjadi sedikit hangat.
"Apa yang kamu lakukan sekarang ? Jangan membuatku terlihat bodoh !" Kata Rianti mencoba menjauh dari Maulana, namun sepertinya Maulana tak ingin Rianti meninggalkannya.
"Tunggu, Jangan pergi, ! Aku mengetahuinya, Aku mengingatnya, Semuanya, bahkan jika kita tidak bertemu di Universitas ini pun aku tetap tidak akan melupakan kejadian itu."Kata Maulana mulai berterus terang.
"Apa maksudmu ?" Tanya Rianti tidak mengerti.
"Aku Menyukaimu... Rianti. Tolong jangan pergi lagi. seperti saat itu, pada waktu itu aku sangat menyesal telah membohongi perasaanku padamu dan menyakiti perasaanmu. Aku saat itu takut akan menyakitimu. Tapi ternyata aku justru semakin membuatmu menderita. Maafkan aku Rianti, Maafkan aku.." Kata Maulana mulai menangis penuh dengan penyesalan.
"A..paa yang kamu katakan barusan benar ? apa kamu mencintaiku ?" Tanya Rianti tidak percaya.
"Sungguh, Aku telah mengatakan yang sebenarnya. Aku sangat mencintaimu. Aku ingin memilikimu. Aku ingin bersamamu. Aku tidak ingin lagi menutupi semuanya. Aku tidak ingin lagi kau terluka karenaku. dan Jangan pernah menjauhiku." Kata Maulana dengan
keseriusannya.
Mendengar kata-kata Maulana. Rianti tersenyum bahagia, dan langsung memeluk laki-laki yang sangat dicintainya itu.
"Aku sangat bahagia, Maulana. akhirnya aku tidak harus menunggumu lagi" Kata Rianti sambil menangis bahagia.
"Sudah kubilang jangan pernah menungguku, kau tak perlu membuat dirimu bodoh seperti ini hanya karenaku." Kata Maulana sambil mengejek perempuan yang sangat dicintainya itu.
"Emmhh,, aku tidak bodoh !" Kata Rianti sambil mencubit pipi Maulana.
"Aduh apa-apa an kamu ?" balas Maulana mencubit pipi Rianti.
"Mulai sekarang aku tidak akan melepaskanmu lagi Rianti, aku akan terus bersamamu." Kata Maulana sambil memegang tangan Rianti.
"Terima Kasih, Aku juga tidak ingin berpisah denganmu, Aku sangat mencintaimu."Kata Rianti sambil tersenyum bahagia.

Mereka pun akhirnya bersatu, setelah penantian yang cukup lama.
_ Memang cinta tidak akan selamanya bisa ditutupi, akan datang saat dimana keadaan harus memaksa kita untuk mengatakannya.
_ Kadang sulit untuk mengungkapkan perasaan kepada orang yang kita cintai, sehingga terkadang kita harus membiarkannya pergi meninggalkan kita sebelum kita mengatakan "Aku sangat Mencintaimu".
_Jadi jangan biarkan orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita hanya karena kita tak mampu mengungkapkan perasaan kita.

                                      THE END
♥.Thank's for Reading My Story. ­­♥



Minggu, 01 Februari 2015

Puisi Gunung Api


Label : Puisi
Judul : Gunung Api
Karya : Sri Rusmayanti
Tahun : 2009



Wahai gunung api...
Kau gunung yang terindah..
Gunung Api...
Di dalam perutmu.
Terkandung lahar yang panas..
Yang sewaktu-waktu akan meletus..
Gunung Api...
Laharmu menyala-nyala..
Meluap-luap..
Dan bergejolak.
Gunung Api...
Meski kau menegangkan..
Menakutkan.
Dan membahayakan.
Bagi semua makhluk ciptaan Tuhan..
Tapi, kau juga mendamaikan..
Lingkungan hutan yang hijau.
Gunung Api...
Kau sungguh gunung yang terindah